Humaniora

Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi karhutla di Kalsel

khrisna-edit-1788192317-618fb019aa
Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Strategi Pembasahan Lahan Gambut Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Karhutla di Banjarbaru
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Strategi Pembasahan Lahan Gambut Jadi Andalan Pemerintah Hadapi Karhutla di Banjarbaru

Beritaturah.com – Musim kemarau yang berkepanjangan di Kalimantan Selatan kembali mengancam kawasan gambut di sekitar Banjarbaru. Lahan gambut, yang menyimpan lapisan organik tebal di bawah permukaan tanah, memiliki karakteristik unik: sekali terbakar, api dapat menjalar jauh ke dalam tanah dan sangat sulit dipadamkan hanya dengan penyemprotan air dari atas. Kondisi ini membuat setiap musim kering menjadi ujian berat bagi upaya perlindungan lingkungan dan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut. Menyadari urgensi itu, Kementerian Pekerjaan Umum mengambil langkah konkret dengan memperluas jaringan sekat kanal serta membersihkan saluran irigasi agar pasokan air tetap tersedia untuk operasi pemadaman.

Pengerahan Alat Berat untuk Sekat Kanal dan Pembersihan Aliran Air

Di lapangan, tim Kementerian PU telah mengerahkan alat berat ke sejumlah titik lahan yang sebelumnya terbakar guna membangun sekat kanal tambahan. Struktur ini berfungsi menahan dan menyalurkan air ke area gambut yang rentan, sehingga kelembapan tanah dapat dipertahankan meski curah hujan tidak turun dalam waktu lama. Selain itu, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin turut mengirimkan mesin pompa serta melakukan pembersihan aliran Irigasi Riam Kanan agar debit air tetap memadai untuk kebutuhan operasional.

“Kita sudah kerahkan alat berat membangun sekan kanal di titik-titik lahan terbakar,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, saat berada di Banjarbaru pada Senin.

Upaya tersebut tidak berhenti pada pembangunan sekat kanal semata. Embung-embung yang tersebar di sekitar kawasan juga dikeruk dan dibersihkan alur airnya. Langkah ini krusial karena embung menjadi sumber air utama bagi helikopter water bombing yang diterjunkan ke titik-titik api. Tanpa air yang cukup tersimpan di embung, operasi pemadaman dari udara akan terhambat dan waktu respons menjadi lebih lambat.

Mengapa Lahan Gambut Memerlukan Pendekatan Berbeda

Api di lahan gambut berbeda secara fundamental dengan kebakaran hutan di tanah mineral. Pada gambut, bahan bakar berupa sisa-sisa tumbuhan yang membusur dan tersimpan dalam lapisan tebal hingga beberapa meter di bawah permukaan. Ketika lapisan ini mengering akibat kemarau panjang, api dapat menyala di kedalaman dan terus membakar secara perlahan tanpa terlihat jelas dari atas. Penyiraman air ke permukaan tanah tidak mampu mencapai titik bakar di kedalaman, sehingga api tetap menyala dan berpotensi meledak kembali ketika kondisi memungkinkan.

Karena itulah, pendekatan yang dianggap paling efektif bukan sekadar membasahi permukaan, melainkan menenggelamkan seluruh lapisan gambut agar kembali berada di bawah permukaan air. Dengan cara ini, oksigen yang dibutuhkan untuk pembakaran terputkan dan risiko kebakaran berulang dapat ditekan secara signifikan.

“Makanya kita perlu pembasahan dan paling efektif lagi penenggelaman lahan gambut agar tetap di bawah permukaan air,” tegas Roy.

Penjelasan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla di kawasan gambut memerlukan infrastruktur air yang permanen dan terawat, bukan sekadar respons darurat saat api sudah membesar. Sekat kanal, embung yang bersih, serta saluran irigasi yang berfungsi optimal merupakan komponen sistem pembasahan yang harus dijaga sepanjang tahun, bukan hanya saat musim kering tiba.

Peninjauan Area Ring 1 Bandara Syamsudin Noor

Dalam kunjungan ke lapangan, Dirjen Bina Marga meninjau langsung upaya penanggulangan karhutla di area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Kawasan ini memiliki sensitivitas ganda: selain menjadi habitat ekosistem gambut, area tersebut juga berdekatan dengan jalur penerbangan sehingga kabut asap tebal dapat mengganggu visibilitas pilot dan operasional bandara. Penilaian terhadap efektivitas langkah yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

Indikator lapangan yang diamati antara lain mulai berkurangnya sebaran titik api serta meredanya pekatnya kabut asap dibandingkan hari-hari sebelumnya. Perubahan ini mengindikasikan bahwa kombinasi pembasahan lahan, pembersihan saluran air, dan operasi pemadaman dari udara mulai menunjukkan dampak positif terhadap intensitas kebakaran di kawasan tersebut.

Implikasi Jangka Panjang bagi Pengelolaan Lahan Gambut

Kejadian karhutla di Banjarbaru kembali mengingatkan bahwa pengelolaan lahan gambut memerlukan pendekatan preventif berbasis infrastruktur air. Sekat kanal yang dibangun secara terencana, embung yang rutin dibersihkan, serta saluran irigasi yang tidak tersumbat merupakan investasi jangka panjang yang jauh lebih ekonomis dibandingkan biaya pemadaman darurat dan kerugian akibat gangguan penerbangan. Bagi masyarakat sekitar, ketersediaan air yang memadai juga berarti berkurangnya risiko paparan asap dan gangguan kesehatan selama musim kemarau. Keberhasilan strategi pembasahan di area ring 1 bandara dapat menjadi model yang direplikasi ke kawasan gambut lain di Kalimantan Selatan yang menghadapi ancaman serupa setiap tahunnya.

Frequently Asked Questions

What is Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi?

Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi matter?

Kementerian PU perbanyak sekat kanal tanggulangi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment