Visit Agenda: MTQ Ke-40 Sumut Siap Tampilkan Fasilitas Terbaik
Visit Agenda – Medan, Sumatera Utara – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mengonfirmasi bahwa seluruh fasilitas untuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-40 tingkat provinsi Sumut 2026 telah siap digunakan. Pernyataan ini disampaikannya setelah melakukan inspeksi langsung ke lokasi persiapan acara di Lapangan Astaka, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (18/05/2026). Ia menegaskan bahwa setiap elemen infrastruktur, termasuk arena lomba dan fasilitas pendukung, telah diperiksa secara menyeluruh guna memastikan keberhasilan acara yang rencananya berlangsung pada 15 hingga 24 Juni 2026.
Persiapan Fasilitas MTQ dan Pemenuhan Standar Kualitas
Menurut Sulaiman, Visit Agenda ini menjadi momen penting untuk mengecek kesiapan infrastruktur yang akan digunakan peserta dan pengunjung. “Kita harus memastikan bahwa setiap detail terpenuhi, baik dalam aspek kenyamanan maupun keamanan,” ujarnya. Fasilitas yang dipersiapkan mencakup ruang lomba dengan alat bantu modern, sistem pengumuman digital, serta pengaturan tempat parkir yang memadai. Selain itu, penataan toilet umum dan pengelolaan sampah di area acara juga menjadi prioritas untuk menghindari hambatan selama penyelenggaraan.
Dalam Visit Agenda, Sulaiman juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap perubahan cuaca. “Cuaca bisa tidak menentu, jadi kita harus siapkan tenda penghalang hujan dan tempat berteduh di venue utama,” lanjutnya. Ia meminta tim panitia untuk melakukan simulasi penggunaan fasilitas agar tidak ada kejadian tak terduga saat acara dimulai. Ini adalah bagian dari upaya memastikan MTQ Ke-40 tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga perayaan budaya yang bermakna bagi masyarakat Sumut.
Struktur Acara dan Partisipasi Peserta
MTQ Ke-40 Sumut akan melibatkan 1.109 peserta dari 28 kabupaten/kota di provinsi ini. Acara ini menyediakan delapan cabang lomba dan 28 golongan kategori, dengan lokasi utama di Lapangan Astaka, Aula Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut, serta Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut. Seluruh fasilitas tersebut telah diperiksa untuk memastikan kesiapan penggunaan selama dua minggu penyelenggaraan.
Lebih dari itu, Visit Agenda ini juga menjadi kesempatan untuk menilai keterlibatan UMKM dalam memeriahkan acara. Sulaiman menekankan bahwa stan UMKM akan menjadi bagian integral dari MTQ Ke-40, baik sebagai penyedia makanan khas Sumut maupun sebagai media promosi budaya lokal. “Melalui Visit Agenda, kita bisa melihat sejauh mana masyarakat bisa memanfaatkan MTQ sebagai platform ekonomi dan sosial,” tuturnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menggabungkan kegiatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Harapan Gubernur Sumut dan Makna MTQ
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengharapkan MTQ Ke-40 menjadi momentum untuk memperkuat syiar Al Quran di daerah tersebut. Dalam Visit Agenda yang diadakan, ia menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya sekadar pagelaran tahunan, tetapi juga ajang yang mendorong partisipasi masyarakat dalam penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan. “Kami ingin MTQ menjadi bagian dari identitas Sumut, bukan sekadar acara seremonial,” tegas Bobby.
“MTQ Ke-40 adalah bentuk komitmen kita terhadap kegiatan budaya dan keagamaan yang berkelanjutan. Ini bukan hanya untuk peserta lomba, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang ingin merasakan keindahan Al Quran secara langsung,” ujar Bobby usai melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut periode 2026-2030. Pelantikan ini dilakukan oleh Sulaiman Harahap, yang juga menjabat Ketua Umum LPTQ, sebagai bagian dari persiapan Visit Agenda tahun ini.
Salah satu target utama MTQ Ke-40 adalah meningkatkan partisipasi peserta dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Fasilitas yang disiapkan, seperti area bermain anak, bengkel tilawah, dan pusat informasi, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan peserta dan pengunjung. Selain itu, Visit Agenda ini juga akan menghadirkan teknologi dan inovasi dalam penyelenggaraan, seperti layanan digital untuk pendaftaran peserta dan sistem pengumuman berbasis aplikasi.
Dengan Visit Agenda yang digelar, pemerintah Sumut berharap MTQ Ke-40 bisa menjadi contoh keberhasilan penyelenggaraan acara besar dengan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan yang maksimal. Kesiapan ini juga menjadi penilaian khusus bagi tim pengorganisasi, yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemuda. “Kita perlu memastikan bahwa semua fasilitas ini menjadi cerminan kemajuan Sumut dalam hal pendidikan dan seni,” pungkas Sulaiman. Dengan demikian, MTQ Ke-40 tidak hanya menampilkan kemampuan peserta, tetapi juga menunjukkan potensi daerah dalam penyelenggaraan acara budaya tingkat nasional.
