Apdurin Sulteng dan Perusahaan Tiongkok Perkuat Ekspor Durian Melalui Kerjasama Strategis
Beritaturah.com – Palu, Sulawesi Tengah — Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok telah mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat pasokan ekspor durian ke pasar internasional. Langkah ini menandai babak baru dalam pengembangan industri hortikultura di Indonesia, khususnya untuk produk unggulan durian yang memiliki permintaan tinggi di Tiongkok. Kesepakatan ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor, tetapi juga memastikan standar kualitas yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan konsumen global.
Ketua Apdurin Sulteng, Hengky Dirus, menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama resmi telah ditandatangani dengan dua entitas bisnis asal Chengdu pada minggu lalu. Penandatanganan ini merupakan hasil dari negosiasi panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah menciptakan sistem pasokan yang profesional dan sesuai standar internasional, sehingga durian Sulteng dapat bersaing di pasar global.
Kami telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan dua perusahaan Tiongkok di Kota Chengdu pada pekan lalu untuk membangun pasokan yang profesional dan berstandar internasional. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat posisi durian Sulteng di pasar internasional.
Peran Apdurin dalam Rantai Pasok Ekspor
Kolaborasi antara Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat jalur distribusi durian menuju Tiongkok. Menurut Hengky, Apdurin memiliki tanggung jawab untuk mengoordinasikan ketersediaan buah dari kebun-kebun anggota. Koordinasi ini harus berjalan stabil, berkualitas, legal, dan mudah ditelusuri (traceable) dari hulu hingga hilir.
Selain itu, asosiasi juga mempercepat proses registrasi kebun dan packing house. Industri rumah kemas yang memenuhi syarat administrasi kepabeanan Republik Rakyat Tiongkok atau China Customs akan didaftarkan lebih cepat. Hal ini penting untuk kelancaran ekspor dan mengurangi hambatan administratif yang sering dihadapi eksportir.
Potensi Pasar yang Luas dan Investasi
Data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sulteng menunjukkan potensi besar sektor ini. Saat ini, luas kebun durian di wilayah tersebut mencapai sekitar 36 ribu hektare. Dari total tersebut, 12 ribu hektare sudah dalam fase produksi aktif dan siap untuk diekspor. Angka ini menunjukkan bahwa Sulteng memiliki kapasitas produksi yang signifikan.
Kebutuhan pasar sangat besar mengingat jumlah konsumen mencapai ratusan juta orang. Nilai pasar durian Sulteng diperkirakan menyentuh miliaran dolar AS. Oleh karena itu, perluasan kebun yang teregistrasi menjadi prioritas utama. Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok juga membahas kemungkinan investasi bersama untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.
Hingga kini kami terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk memperluas jumlah kebun durian yang teregistrasi, supaya bisa melakukan ekspor ke negeri tirai bambu. Kolaborasi ini juga membuka peluang investasi yang lebih besar.
Standar Mutu dan Praktik Pertanian Berkelanjutan
Kedua kesepakatan tersebut tidak hanya menjamin kontinuitas pasokan. Cakupannya juga meliputi penyelarasan standar mutu dan sistem ketelusuran produk dari hulu hingga hilir. Penguatan promosi serta pengembangan merek (branding) durian Sulteng di pasar Tiongkok juga menjadi fokus utama dalam kerjasama ini.
Pertukaran informasi pasar dan penyusunan target pasokan serta promosi secara berkelanjutan melengkapi kerjasama ini. Petani juga diwajibkan menggunakan pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian sesuai rekomendasi dan dosis yang tepat. Tujuannya agar kualitas buah tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen internasional.
Seluruh petani yang telah teregistrasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) supaya mampu bersaing dengan negara-negara produsen durian dunia. Standar ini menjadi kunci keberhasilan ekspor jangka panjang.
Realisasi Ekspor dan Masa Depan Industri
Idrus menambahkan bahwa realisasi ekspor durian Sulteng hingga awal tahun 2026 telah mencapai 7.052 ton. Angka ini menunjukkan tren positif yang perlu dipertahankan. Petani diharapkan tetap konsisten merawat kebun sesuai standar GAP guna mempertahankan kualitas buah. Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok juga berkomitmen untuk terus meningkatkan volume ekspor setiap tahunnya.
Reputasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang karena kualitas yang tidak dijaga. Oleh karena itu petani menjadi bagian penting dalam keberhasilan ekspor. Panen pada tingkat kematangan yang tepat, serta menjaga mutu buah hingga sampai ke tangan konsumen di pasar tujuan.
Keberhasilan ekspor sangat bergantung pada peran aktif petani. Mulai dari waktu panen yang tepat hingga penanganan pascapanen yang baik. Semua elemen ini berkontribusi pada reputasi durian Sulteng di kancah internasional. Dengan dukungan Apdurin Sulteng dan perusahaan Tiongkok, industri durian Sulawesi Tengah diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.

