Politik

Prabowonomics: Antara simbol politik dan ekonomi konstitusi

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

Prabowonomics: Simbol Politik dan Ekonomi Konstitusi

Beritaturah.com – Istilah “Prabowonomics” kini semakin dikenal luas di masyarakat Indonesia. Kehadirannya kembali mencuat ke permukaan publik ketika para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terlihat mengenakan kaos bertuliskan kata tersebut. Momen ini terjadi tepat pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 PKB yang diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 23 Juli yang lalu.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memberikan perspektif berbeda mengenai konsep ekonomi ini. Ia mengembalikan makna Prabowonomics kepada fondasi yang lebih mendasar, yaitu amanat yang tertuang dalam konstitusi negara. Pandangan ini sejalan dengan penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

Hubungan dengan Amanat Konstitusi

Muhaimin Iskandar menguraikan bahwa Prabowonomics merupakan ringkasan dari tema peringatan harlah PKB, yaitu “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”. Menurut beliau, ungkapan ini mencerminkan rasa syukur serta kesungguhan PKB dalam membawa perubahan arah ekonomi nasional bersama-sama dengan pemerintah.

PKB tidak menganggap konsep tersebut semata-mata merupakan kebijakan ekonomi Prabowo, tetapi mengaitkannya langsung dengan ekonomi konstitusi.

Ketika tulisan “Prabowonomics” tercetak pada kaos para kader partai, terdapat pesan politik yang kuat di baliknya. Pesan tersebut bukan sekadar dukungan, melainkan juga upaya menerjemahkan gagasan besar mengenai arah ekonomi nasional ke dalam bahasa yang lebih sederhana dan mudah dikenali oleh masyarakat.

Prabowonomics Bukan Pemikiran Pribadi

Presiden Prabowo sendiri menangkap pesan dari istilah tersebut, namun ia tidak menganggapnya sebagai milik pribadi. Ia mengaku terharu dengan penyebutan namanya, tetapi menyatakan bahwa hal itu sesungguhnya tidak pantas. Alasannya, gagasan ekonomi yang diperjuangkannya bukanlah konsep baru dan bukan pemikiran pribadinya semata.

Menurut pandangan Prabowo, gagasan tersebut dilandaskan pada cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Dengan demikian, tulisan pada kaos kader PKB selayaknya dimaknai secara lebih luas. Nama Prabowo memang dipakai pada konsep ekonomi tersebut, tetapi substansi yang ingin ditegaskan adalah amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 yang harus diwujudkan melalui kebijakan ekonomi negara.

Karena itu, Prabowonomics dapat dibaca sebagai upaya memberi nama yang lebih ringkas bagi agenda ekonomi untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat. Namun, seperti ditegaskan Prabowo, istilah itu bukan dimaksudkan sebagai pemikiran personal, melainkan merujuk pada amanat ekonomi konstitusi.

Leave a Comment